Kopi Parang Joglo

Story

Awal Perjalanan

Kopi Parang lahir dari semangat untuk menghadirkan kopi bukan hanya sebagai minuman, tetapi sebagai bagian dari budaya, cerita, dan pengalaman hidup. Nama “Parang” sendiri terinspirasi dari lokasi awal berdirinya di Jalan Parang Klitik sekaligus mengambil filosofi dari motif Batik Parang yang melambangkan ombak samudera yang terus bergerak tanpa henti. Filosofi ini mencerminkan perjalanan, konsistensi, dan semangat berkembang yang menjadi dasar berdirinya Kopi Parang.

Solution

Ruang dan Budaya

Kopi Parang berdiri dengan tujuan membangun ruang yang menyatukan kualitas kopi lokal Indonesia dengan identitas budaya yang kuat. Dari awal, brand ini tidak hanya fokus menjual kopi, tetapi juga ingin menciptakan pengalaman yang hangat, autentik, dan penuh cerita bagi setiap pelanggan. Semangat tersebut kemudian berkembang menjadi fondasi lahirnya berbagai pengembangan brand lain, termasuk Yantos Roastery sebagai divisi roastery yang berfokus pada specialty coffee.

Concept

Menjaga Ruang,
Merawat Tradisi

Dengan mempertahankan karakter khas arsitektur Jawa, proses pembangunan dilakukan secara detail mulai dari penataan struktur kayu, pencahayaan ruang, hingga pengolahan interior agar tetap menghadirkan suasana hangat dan autentik. Setiap sudut Joglo dirancang bukan hanya sebagai tempat beraktivitas, tetapi sebagai ruang yang mampu menciptakan pengalaman, kenyamanan, dan kedekatan antar pengunjung.

Ruang untuk bekerja dan berkumpul
Coffee to community